Sejarah

Program Diploma III Kearsipan telah berdiri sejak tanggal 28 Juli 1994. Pada akhir tahun 1993 sampai awal tahun 1994-an, beberapa dosen Jurusan Sejarah telah melakukan beberapa kali pertemuan dengan pejabat-pejabat ANRI dan Kepala Kantor Arsip DIY untuk mempersiapkan pendirian Program Diploma Kearsipan, Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya) UGM. Pertemuan itu diikuti dengan serangkaian pertemuan dengan pejabat-pejabat UGM untuk menindaklanjuti usulan pendirian Program Diploma Kearsipan. Akhirnya, pada tanggal 28 Juli 1994 dikeluarkan SK DIKTI nomor 205/DIKTI/Kep/ 1994 dan secara resmi Program Diploma Kearsipan dibuka. Program Studi Diploma III Kearsipan berada di bawah Fakultas Sastra yang kemudian berganti menjadi Fakultas Ilmu Budaya hingga tahun 2008. Setelah itu mulai berada di dalam payung Sekolah Vokasi UGM bersama semua program Diploma yang ada di Universitas ini. Tokoh-tokoh pendiri Program Studi Kearsipan adalah sebagai berikut:

  1. Prof. Dr. Djoko Suryo (pada saat proses pendirian Program Diploma Kearsipan, beliau menjabat sebagai Dekan Fakultas Sastra UGM, tahun 2005 beliau menjabat Kepala Pusat Studi Korea UGM dan sekarang beliau adalah Guru besar (Emeritus) yang masih aktif di Program Ilmu Sejarah FIB UGM).
  2. Drs. Dharmono Hardjowijono (pada saat proses pendirian Program Diploma beliau adalah dosen jurusan sejarah kemudian aktif mengajar Bahasa Belanda di Pasca sarjana UGM, meninggal karena sakit di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta)
  3. Drs. Djoko Utomo, M.A. (pada saat proses pendirian Program Diploma beliau menjabat Deputi Bidang Konservasi di Arsip Nasional Republik Indonesia, kemudian menjabat Kepala ANRI sampai tahun 2010). Drs Djoko Utomo, M.A juga mengajar di Program Diploma Kearsipan sejak Program diploma Kearsipan dibuka sampai sekarang).
  4. M. Asichin, S.H. (Pada saat proses pendirian Program Diploma Kearsipan beliau menjabat Kepala ANRIWIL Jawa Tengah, kemudian pada tahun 2005 menjabat sebagai Deputi Bidang Konservasi ANRI dan menjadi Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia pada tahun 2010, menggantikan Drs. Djoko Utomo, M.A. M. Asichin, S.H juga mengajar di Program Diploma Kearsipan sejak program diploma berdiri sampai sekarang).
  5. Drs. Mudjono NA (Pada saat proses pendirian Program Diploma Kearsipan beliau menjabat Kepala Kantor Arsip DIY dan tahun 1999 beliau tidak aktif lagi mengajar di program diploma kearsipan karena kesibukannya sebagai Asisten III sekretaris daerah DIY dan menjadi pernah menjadi pejabat sementara Bupati Bantul, Drs. Mudjono NA meninggal dunia disemayamkan di Bantul).
  6. Drs. Ahmad Adaby Darban, S.U. (Pada saat proses pendirian program Diploma Kearsipan, beliau menjabat sebagai Ketua Jurusan Sejarah Fakultas Sastra UGM, pada tahun 1994-1997 menjabat sebagai Ketua Program Studi Diploma III Kearsipan. Setelah itu, beliau pernah menjadi Pembantu Dekan III Fakultas Sastra UGM dan kembali menjabat sebagai Ketua Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya UGM dari tahun 2003-2007 dan selanjutnya menjadi Pejabat Antar Waktu Ketua Jurusan Sejarah UGM dari Februari 2008 hingga beliau meninggal dunia pada 6 November 2011).
  7. Prof. Dr. Soegijanto Padmo, M.Sc.(Pada saat proses pendirian program Diploma III Kearsipan, beliau adalah sekretaris Jurusan Sejarah Fakultas Sastra UGM, kemudian pernah menjadi Pembantu Dekan I Fakultas Sastra UGM periode 1997-2000, dan pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi Kearsipan sebelum kemudian menjabat sebagai Ketua Jurusan Sejarah pada tahun 2007 hingga meninggal pada 16 Desember 2007).
  8. Prof. Dr. Bambang Purwanto, M.A. (Pada saat proses pendirian program Diploma III Kearsipan, beliau baru saja memperoleh gelar Ph.D. dalam bidang sejarah di School of Oriental and African Studies (SOAS) University of London. Prof. Dr. Bambang Purwanto, M.A pernah menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik FIB UGM, dan salah satu Guru besar pada Jurusan Sejarah UGM yang sudah menerbitkan berbagai tulisan, termasuk tentang penulisan historiografi Indonesia).

Tinggalkan pesan