Arsip:

Headline

Mahasiswa Kearsipan Kembali Mengukir Prestasi di LKTIN IDEA 2018

Mahasiswa Prodi Kearsipan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada kembali mengukir prestasi di bidang akademik pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN IDEA) 2018 yang diadakan oleh Kelompok Peneliti Muda Univeritas Negri Jakarta (UNJ) pada tanggal 27-29 April 2018. Mereka adalah Ikhtiar Anugrah Hidayat, Yulia Nur Adiningsih, dan Ratih Nur Azizah dari Kearsipan B Angkatan 2016. Sub tema perlombaan terdiri dari

  • Pengembangan Media Pembelajaran (berbentuk produk)
  • Metode dan Strategi Pembelajaran
  • Optimalisasi Peran Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Tim berhasil menduduki peringkat ke 5 (Harapan 3) untuk sub tema Metode dan Strategi Pembelajaran . Kompetisi tersebut diikuti oleh 169 Tim dari 44 PTN/PTS se Indonesia. read more

Tim UGM Raih Dua Gelar Juara dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah 2018

Program Studi D3 Kearsipan Sekolah Vokasi UGM patut berbangga. Pasalnya salah satu mahasiswa yang bernama Bagus Mahardika (Kearsipan 2017), bersama kedua rekannya Lutfiana Pasebhan Jati (PJSIG), dan Laksa Ersa Anugratama (Peternakan) berhasil menyabet gelar juara 1 pada bidang penelitian sosial budaya serta juara umum 2 SELF ICON UDAYANA. Perlombaan ini diadakan oleh  Kelompok Studi Ekonomi Islam ICON Universitas Udayana Bali pada tanggal 26-29 April 2018 yang bertempat di Hotel Neo Bali. Tim UGM ini berhasil mengalahkan 24 Tim dari seluruh PTN/PTS Se-Indonesia. read more

Program Studi Kearsipan SV UGM Selenggarakan Workshop Pembentukan D-IV

(11/12/2017) bertempat di University Club UGM, Prodi Kearsipan Sekolah Vokasi UGM telah mengadakan Workshop “Studi Kelayakan Program Studi D-IV Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi” dengan menghadirkan beberapa narasumber dan stake holder pemangku kepentingan. Workshop tersebut bertujuan untuk mematangkan dan upaya brainstorming dalam usaha untuk mewujudkan Program Studi D-IV Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi.
Workshop terbagi dalam dua sesi yakni sesi pertama dengan menghadirkan narasumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia, Zita Asih Suprastiwi, S.H., Dr. Agus Nugroho, S.T., M.T. dari Sekolah Vokasi dan Waluyo, S.S., M.Hum dari Prodi Kearsipan SV UGM. Sesi kedua menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi yaitu Dr. Sri Margana, M.Phil, Drs. Machmoed Effendhie, M.Hum. dan Drs. Ida Fajar Priyanto, M.A., Ph.D.
Pada sesi pertama, Waluyo, S.S., M.Hum menjelaskan bahwa pada awalnya nama D-IV yang akan diusulkan adalah program D-IV kearsipan, kemudian dirubah sesuai dengan nomenklatur yang dikeluarkan oleh dikti yaitu Program Studi D-IV Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi. Dalam workshop kali ini, Waluyo merasa membutuhkan banyak pencermatan dari setiap bagian, mulai dari deskripsi, profil lulusan, capaian pembelajaran, bahan kajian dan matakuliah.
Dr. Agus Nugroho, S.T., M.T selaku wakil dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan SV UGM yang juga menjadi narasumber dalam workshop lebih mengetengahkan pada aspek kebijakan, kebutuhan, strategi dalam pembentukan D-IV. Kemudian Zita Asih Suprastiwi, S.H dari ANRI sangat concern dalam perkembangan kearsipan karena tuntutan perkembangan kearsipan baik Internasional maupun nasional. Menurutnya, arsiparis belum meng-influent tentang penyelenggaraan negara, apalagi kearsipan berbasis IT. ANRI mengharapkan influent besar dari perkembangan akademik agar dilakukan jauh lebih efektif dan efisien. Kolaborasi antara ANRI dengan PT harus bisa lebih kuat.
Pada sesi kedua, Dr. Sri Margana mengetengahkan pentingnya mendesain kurikulum dari aspek pengantar, metode, dan substansi yang akan menjadi kategori dalam menentukan level pendidikan. Apakah mata kuliah awal akan menjadi prasyarat untuk mengambil mata kuliah selanjutnya dan bagaimana rencana dalam menghadapi tantangan digital bidang kearsipan.
Senada dengan Margana, Drs. Machmoed Effendhie, M.Hum juga memaparkan tentang cluster program studi untuk mempermudah pembedaan mata kuliah. Hal ini bisa dipakai untuk membuat kategorisasi mata kuliah. Selanjutnya menentukan tahapan mata kuliah: core of knowledge, knowledge of profession, contextual knowledge, dan complementary knowledge. Machmoed juga menyinggung mata kuliah penciri, dalam hal ini mata kuliah Memori dan Warisan Budaya untuk menunjukkan ciri khas program studi karena program studi yang akan dibentuk di bawah Departemen Bahasa, Seni dan Manajemen Budaya.
Pembicara terakhir adalah Drs. Ida Fajar Priyanto, M.A., Ph.D, memaparkan tentang pendalaman interdisipliner dalam Kearsipan. Ida juga menyinggung mata kuliah yang akan dipakai, beberapa mata kuliah harus dijeaskan lebih lanjut misalnya mata kuliah Dokumentasi dan Publikasi (industry informasi cetak sampai digital), Perilaku dan Literasi Informasi (harus masuk juga information behavior), Menulis Kreatif (penulisan ilmiah termasuk sitasi dan citation in text), Teknik Penulisan Dan Seminar Proposal Skripsi (penajaman problem statement and research questions) dan lain sebagainya. read more

Kintaka Pusaka Tampil Dalam Ajang Festival Gamelan Kumandhang Gangsa Gadjah Mada 2017

(9/12/2017) Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-68, bertempat di University Club, Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Festival Gamelan Kumandhang Gangsa Gadjah Mada 2017. Dengan mengusung tema “Budaya Lokal dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika” festival gamelan menghadirkan beberapa grup karawitan mahasiswa, salah satunya adalah grup karawitan KINTAKA PUSAKA. KINTAKA PUSAKA merupakan grup karawitan mahasiswa dari Program Studi Diplama III Kearsipan, Sekolah Vokasi, UGM.
Selain menghadirkan KINTAKA PUSAKA, grup karawitan Gamasutra, Swagayugama, Sekar Laras, Psycorawitan, Grup PKKH, Gasita, dan Prasasti juga memeriahkan festival gamelan UGM 2017. Mengutip berita UGM, festival ini merupakan festival gamelan yang pertama kali diadakan untuk memperingati Dies Natalis UGM. Raden Bima Slamet Raharja selaku penanggung jawab acara menjelaskan bahwa tajuk “kumandhang gangsa” diartikan sebagai usaha untuk menyuarakan dan menyemarakkan gamelan kembali khususnya di lingkungan universitas. Menurut Bima, kegiatan ini dapat memberikan ruang apresiasi kepada kelompok karawitan yang jumlahnya cukup banyak di UGM. “Festival ini diharapkan menjadi wadah bagi kelompok karawitan di UGM untuk menampilkan kebolehannya,” tutur Bima. read more